Warga Purwakerto Merusak Patung-Patung Pewayangan
PURWAKARTA – Situasi di Kab Purwakarta masih belum stabil menyusul aksi anarkisme sekelompok warga melakukan pengrusakan tiga patung pewayangan dianggap berhala.
Seperti terpantau Pos Kota di sekitar Gedung Kembar Jalan KK Singawinata,Minggu siang. Puluhan petugas Polri, TNI dan Satpol PP masih berjaga jaga, disekitar Patung Kiansantang. Pengamanan ketat itu menyusul aksi pengrusakan tiga patung ‘raksasa’ tiga tokoh pewayangan Minggu (18/9) pagi.
Gerombolan massa berbaju gamis warna putih dan sarung, sebelum istigosah usai, sudah meninggalkan arena istigosah di Mesjid Agung Purwakarta. Mereka mengendarai sepeda motor dan mobil bak terbuka konvoi bergerak menuju Jl Basuki Rahmat,Kel Sindangkasih dan Pertigaan Bunder Jl Pramuka. Disana mereka merobohkan patung setinggi 5 meter lalu dibakar. Belum puas, masa bergerak ke Jalan Baru dan merobohkan patung Bima hingga porakporanda.
Namun, saat akan merobohkan patung ke empat di sekitar Gedung Kembar, massa dihalau barikade petugas Polri,TNI dan Satpol PP. ” Pak Polisi, tolong jangan halangi kami merobohkan patung berhala ini. Kami tidak ingin karena di Purwakarta banyak patung, kami kena azab Allah SWT karena digolongkan musyrik,” teriak satu warga. Polisi bergeming dengan semakin melapis barikade disekitar patung.
AKBP, Bahtiar UP,Kapolres Purwakarta menjelaskan, pihaknya telah mengerahkan 300 persnil untuk mengamankan aset Pemkab Purwakarta berupa patung yang akan dirobohkan warga. ” Kami telah mengantisipasi agar kejadian serupa tak terulang,” katanya.
Seperti terpantau Pos Kota di sekitar Gedung Kembar Jalan KK Singawinata,Minggu siang. Puluhan petugas Polri, TNI dan Satpol PP masih berjaga jaga, disekitar Patung Kiansantang. Pengamanan ketat itu menyusul aksi pengrusakan tiga patung ‘raksasa’ tiga tokoh pewayangan Minggu (18/9) pagi.
Gerombolan massa berbaju gamis warna putih dan sarung, sebelum istigosah usai, sudah meninggalkan arena istigosah di Mesjid Agung Purwakarta. Mereka mengendarai sepeda motor dan mobil bak terbuka konvoi bergerak menuju Jl Basuki Rahmat,Kel Sindangkasih dan Pertigaan Bunder Jl Pramuka. Disana mereka merobohkan patung setinggi 5 meter lalu dibakar. Belum puas, masa bergerak ke Jalan Baru dan merobohkan patung Bima hingga porakporanda.
Namun, saat akan merobohkan patung ke empat di sekitar Gedung Kembar, massa dihalau barikade petugas Polri,TNI dan Satpol PP. ” Pak Polisi, tolong jangan halangi kami merobohkan patung berhala ini. Kami tidak ingin karena di Purwakarta banyak patung, kami kena azab Allah SWT karena digolongkan musyrik,” teriak satu warga. Polisi bergeming dengan semakin melapis barikade disekitar patung.
AKBP, Bahtiar UP,Kapolres Purwakarta menjelaskan, pihaknya telah mengerahkan 300 persnil untuk mengamankan aset Pemkab Purwakarta berupa patung yang akan dirobohkan warga. ” Kami telah mengantisipasi agar kejadian serupa tak terulang,” katanya.




0 comments:
Post a Comment